Tampilkan postingan dengan label stiba satya wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stiba satya wacana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2011

Mengenal STIBA Satya Wacana


Tanggal Berdiri : 21 September 1998
Pendiri                : Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW)


Sejak berdiri pada tahun 1998 STIBA Satya Wacana telah memiliki Program studi: S1 Sastra Inggris dan D3 Bahasa Inggris. Pada tahun ajaran 2004/2005 dibuka Program Studi Bahasa Jepang untuk D3. Saat ini telah ada juga Program S1 Bahasa Inggris.


Visi :
Di tahun 2015 STiBA-SW menjadi perguruan tinggi kebahasaan asing (khususnya bahasa Inggris dan bahasa-bahasa Asia) yang memenuhi kebutuhan masyarakat pengguna dengan lulusan yang berkualitas di bidang akademik dan profesional serta memiliki krakter kepemimpinan, kewirausahaan dan pelayanan yang tinggi.
Misi :
  1. Melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan mempelajari, mengembangkan dan meneliti berbagai aspek kebahasaan serta mengabdikannya kepada masyarakat;
  2. Menghasilkan lulusan yang fasih berbahasa asing dengan kompetensi bahasa sebagai wahana komunikasi sosial, ilmiah, dan professional;
  3. Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan pengalaman proffesional sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna lulusan;
  4. Membina dan mengembangkan pribadi yang bermoral Kristiani dan berjiwa kepemimpinan, kewirausahaan dan pelayanan;
Untuk pembangunan fisik, sejak tahun ajaran 2004/2005 Stiba Satya Wacana menyelesaikan pembangunan gedung baru dua tingkat.

Fasilitas lainnya yang dimiliki, yakni :
  • Perpustakaan pusat: luas 240 m2 dengan koleksi buku sebanyak 2.198 eksemplar (dan terus bertambah jumlahnya)
  • Laboratorium Bahasa : luas 120 m2 (kapasitas 40 mahasiswa)
  • poliklinik
  • Lapangan basket
  • Areal parkir
  • The Gazebo (ruangan bersosialisasi)
  • Self Access Room dan ruang seminar/aula


Kerjasama yang telah dilakukan :
  • Kerjasama dengan perguruan tinggi lain di dalam negeri: Universitas Diponegoro, Universitas Kristen Satya Wacana, semua PTS Rayon III Jawa Tengah, Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTISI), Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BK-PTKI)
  • Kerja sama dengan perguruan tinggi lain di luar negeri: Assumption University Bangkok, Kwansei Gakuin University Nishinomiya Jepang
  • Kerja sama dengan instansi/lembaga lain di dalam negeri: Yayasan Bina Dharma Salatiga, beberapa bank di wilayah Salatiga, Radio Zenith Salatiga, Kelompok Kerja Program Investasi PDPP Kota Salatiga
  • Kerja sama dengan instansi/lembaga lain di luar negeri: Presbyterian Church of Korea, United Board of Christian Higher Education in Asia



Senin, 03 Oktober 2011

FORMULIR PENDAFTARAN STIBA SATYA WACANA


PERSYARATAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU CALON PENERIMA BEASISWA STiBA YPTKSW


Persyaratan penerimaan mahasiswa baru calon penerima beasiswa, Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) pada Sekolah Tinggi Bahasa Asing (StiBA) Satya Wacana, Tahun akademik 2011/2012 :

1.     Mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan mengirimkan kembali kepada StiBA  Satya Wacana salatiga dengan lampiran surat-surat sebagaimana dipersyaratkan pada nomor 2 (dua) dan 3 (tiga) di bawah.

2.    Persyaratan umum:
  • Warga Gereja dari Gereja Pendukung YPYKSW dibuktikan dengan fotocopy Surat Baptis dan Sidi yang telah dilegalisir Pimpinan Sinode/Gereja.
  • Tidak dalam penggembalaan khusus.
  • Sedapat mungkin berlatar belakang aktivis gereja, didukung oleh surat keterangan Pimpinan Sinode/Gereja.
  • Bersedia kembali melayani di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bermeterai Rp 6,000,- (enam ribu rupiah) dan disampaikan kepada Pimpinan Sinode/Gereja setempat dengan tembusan kepada StiBA Satya Wacana dan YPTKSW.
  • Bersedia belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan agihan waktu normal. Pernyataan kesediaan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bermeterai Rp 6,000,- (enam ribu rupiah) dan disampaikan kepada Pimpinan Sinode/Gereja setempat dan YPTKSW.

 3.    Persyaratan akademik:
  • Lulus SMA atau SMK yang dibuktikan dengan fotocopy dokumen yang relevan dan dilegalisir oleh sekolah asal atau Dinas Pendidikan setempat.
  • Nilai mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas 12 (dua belas) dalam dua semester berturut-turut minimal 7 (tujuh) dibuktikan dengan fotocopy nilai rapor dan telah dilegalisir sekolah asal atau Dinas Pendidikan setempat.
  • Setelah dinyatakan diterima, yang bersangkutan wajib mengikuti Foundation Course (Foundation Course adalah program persiapan perkuliahan yang dirancang khusus bagi mahasiswa baru guna memberikan kemampuan standart agar mereka dapat mengikuti kuliah dengan titik awal yang sama atau hampir sama).

Salatiga,  Juli 2011

Pengurus YPTKSW


(Informasi diambil dari :  http://www.gkj.or.id/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=79)


Kamis, 22 September 2011

Selamat Ulang Tahun STIBA !



“Walaupun STIBA belum sebesar seperti yang di sana, namun kami yakin dan percaya, kami akan menjadi kepala, dan bukan ekor”. Demikian pemandu acara berucap di sela-sela perayaan Dies Natalis Ke-13 Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Satya Wacana, kemarin sore (21/09).
Saya tercenung sesaat mendengar ucapan itu. Apakah yang dimaksud pemandu acara dengan kata “belum sebesar di sana” itu merujuk kepada saudara tuanya, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)? Jika perkiraanku benar, lalu apakah Sang Saudara Tua pernah berucap serupa pada saat merayakan Dies-nya yang ke-13 tahun 1969?
Mencoba membayangkan pergumulan UKSW sewaktu tahun 1969, maka aku pikir UKSW mungkin juga mengucapkan hal serupa saat itu. Mungkin.
Perayaan ke-13 tahun STIBA dirayakan secara sederhana. Tidak ada bintang tamu artis nasional, tidak ada pejabat pemerintah menyampaikan sambutan, ataupun tidak ada sajian makan berlimpah. Cukup dengan kebersamaan, kesahajaan, dan “apa adanya”, sejalan dengan tema yang diusung, “Tumbuh Bersama Membangun Kebersamaan”.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua STIBA Dra. Ristiyanti Prasetijo, M.B.A, untuk kemudian diserahkan kepada salah satu mahasiswa.


Artis-artis pengisi acara adalah para mahasiswa STIBA sendiri dari berbagai angkatan. Ada dance, drama, ada juga yang menyumbangkan lagu. Dari sekian penampilan, ada John, mahasiswa STIBA asal India, bersama rekan-rekannya menyanyikan, Give Me Some Sunshine (GMSS).

Sabtu, 20 November 2010

Rekor MURI : Replika Logo Kampus dari Rangkaian Foto Terbanyak



Rekoris    : Sekolah Tinggi Bahasa Asing Satya Wacana Salatiga
Dalam rangka mengakrabkan keluarga besar STIBA Satya Wacana, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Satya Wacana Salatiga berhasil membuat replika logo kampus dari rangkaian foto terbanyak, 24.192 lembar foto dengan ukuran panjang 6,8 meter dan lebar 4,45 meter. Kegiatan berlangsung pada 20 November 2010 di Salatiga.








berita diambil dari :  
http://www.muri.org/index.php?news_id=3572&start=&category_id=&parent_id=&arcyear=&arcmonth=

Minggu, 09 Mei 2010

SOSOK : SABAR Pelukis Cacat Indonesia Yang di Akui Dunia


Semangat untuk memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang lain yang memiliki fisik sempurna tidak membuat patah arang sosok Sabar (31) salah satu master pelukis Indonesia yang mengikuti Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2010 di Surabaya yang dihelat mulai tanggal 7 hingga 17 Mei 2010. Di dunia lukis Indonesia, nama Sabar patut diperhitungkan. Selain dikenal sebagai pelukis yang memiliki cacat tubuh dengan memanfaatkan kedua kakinya dengan melukis, sosok Sabar dikenal sebagai pelukis yang selalu mengandalkan karya lukisan natural. "Saya melukis ini dengan obyek natural dan teknik realis," kata alumni sastra Inggris STIBA Satya Wacana Salatiga saat ditemui di area pameran.Minggu (9/5/2010).
Sabar menceritakan pengalaman awalnya dirinya tertarik untuk masuk dunia lukis, karena sejak kecil sudah menggeluti dunia lukis. "Waktu saya sekolah mas dari dulu saya sering juara melukis. Jadi tidak asing lagi bagi saya dunia lukis. Saya terlecut untuk bisa melukis karena orang tua saya saat itu bertanya bagaimana hidupmu nanti dengan cacat kamu seperti itu. Mendengar kata-kata itu, saya langsung mengatakan kepada orang tua saya bahwa saya akan gunakan kemampuan saya melukis untuk berprestasi dan untuk kehidupan saya nanti. Orang tua saya langsung setuju dan selalu mendukung usaha saya dalam dunia lukis," kenangnya. 
Dan karena kegigihannya dalam dunia lukis, kini Sabar dilirik untuk masuk menjadi anggota Yayasan Association Of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) yang keanggotaanya merupakan para pelukis top dunia. Sekedar diketahui rata-rata pelukis yang tergabung dalam AMFPA merupakan pelukis yang lukisannya dihargai oleh dunia dan kolektor lukisan. Dari informasi didapat di area pameran, setiap lukisan dari anggota AMFPA dihitung dari beberapa ukura yaitu untuk ukuran 60X50 cm dihargai senilai Rp.15 juta, ukuran 65X 50 cm dihargai senilai Rp.14 juta dan ukuran 55X40 cm diharga senilai Rp. 4,5 juta.